Share |

Misteri Bilangan Nol

RATUSAN tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 2, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang.Dalam zaman modern, angka nol digunakan tidak saja sebagai lambang, tetapi juga sebagai bilangan yang turut serta dalam operasi matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol, sekalipun bilangan nol itu membuat kekacauan logika. Mari kita lihat.

Nol, penyebab komputer macet

Pelajaran tentang bilangan nol, dari sejak zaman dahulu sampai sekarang selalu menimbulkan kebingungan bagi para pelajar dan mahasiswa, bahkan masyarakat pengguna. Mengapa? Bukankah bilangan nol itu mewakili sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada itu ada, yakni nol. Siapa yang tidak bingung? Tiap kali bilangan nol muncul dalam pelajaran Matematika selalu ada ide yang aneh. Seperti ide jika sesuatu yang ada dikalikan dengan 0 maka menjadi tidak ada. Mungkinkah 5*0 menjadi tidak ada? (* adalah perkalian). Ide ini membuat orang frustrasi. Apakah nol ahli sulap ?

Lebih parah lagi-tentu menambah bingung-mengapa 5+0=5 dan 5*0=5 juga? Memang demikian aturannya, karena nol dalam perkalian merupakan bilangan identitas yang sama dengan 1. Jadi 5*0=5*1. Tetapi, benar juga bahwa 5*0=0. Waw.

Bagaimana dengan 5o=1, tetapi 50o=1 juga? Ya, sudahlah. Aturan lain tentang nol yang juga misterius adalah bahwa suatu bilangan jika dibagi nol tidak didefinisikan. Maksudnya, bilangan berapa pun yang tidak bisa dibagi dengan nol. Komputer yang canggih bagaimana pun akan mati mendadak jika tiba-tiba bertemu dengan pembagi angka nol. Komputer memang diperintahkan berhenti berpikir jika bertemu sang divisor nol.

Bilangan nol: tunawisma

Bilangan disusun berdasarkan hierarki menurut satu garis lurus (Gambar 1a). Pada titik awal adalah bilangan nol, kemudian bilangan 1, 2, dan seterusnya. Bilangan yang lebih besar di sebelah kanan dan bilangan yang lebih kecil di sebelah kiri. Semakin jauh ke kanan akan semakin besar bilangan itu. Berdasarkan derajat hierarki (dan birokrasi bilangan), seseorang jika berjalan dari titik 0 terus-menerus menuju angka yang lebih besar ke kanan akan sampai pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi, mungkin juga orang itu sampai pada titik 0 kembali. Bukankah dunia ini bulat?

Mungkinkah? Bukankah Columbus mengatakan bahwa kalau ia berlayar terus-menerus ia akan sampai kembali ke Eropa?

Lain lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu bilangan 1, 2, dan 3. Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh. Perhatikan garis bilangan (Gambar 1a), di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke tengah-tengah ruas (Gambar 1b), ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang. Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1.

Mudah, tetapi salah

Guru meminta Ani menggambarkan sebuah garis geometrik dari persamaan 3x+7y = 25. Ani berpikir bahwa untuk mendapatkan garis itu diperlukan dua buah titik dari ujung ke ujung. Tetapi, setelah berhitung-hitung, ternyata cuma ada satu titik yang dilewati garis itu, yakni titik A( 6, 1), untuk x = 6 dan y = 1 (Gambar 2). Sehingga Ani tidak bisa membuat garis itu. Sang guru mengingatkan supaya menggunakan bilangan nol. Ya, itulah jalan keluarnya. Pertama, berikan y = 0 diperoleh x = (25 - 0) / 3 = 8 (dibulatkan) , merupakan titik pertama, B(8,0). Selanjutnya berikan x = 0 diperoleh y = (25 - 3.0) / 7 = 4 (dibulatkan) ,
merupakan titik kedua C(0,4). Garis BC, adalah garis yang dicari. Namun, betapa kecewanya sang guru, karena garis itu tidak melalui titik A. Jadi, garis BC itu salah.

Ani membela diri bahwa kesalahan itu sangat kecil dan bisa diabaikan. Guru menyatakan bahwa bukan kecil besarnya kesalahan, tetapi manakah yang benar? Bukankah garis BC itu dapat dibuat melalui titik A? Kata guru, gunakan bilangan nol dengan cara yang benar. Bagaimana kita harus membantu Ani membuat garis yang benar itu? Mudah, kata konsultan Matematika. Mula-mula nilai 25 dalam 3x + 7y harus diganti dengan hasil perkalian 3 dan 7 sehingga diperoleh 3x + 7y = 21.

Selanjutnya, dalam persamaan yang baru, berikan y = 0 diperoleh x = 21 / 3 = 7 (tanpa pembulatan) itulah titik pertama P(6,1). Kemudian berikan nilai x=0 diperoleh y = 21 / 7 = 3 (tanpa pembulatan), itulah titik kedua Q(0, 3). Garis PQ adalah garis yang sejajar dengan garis yang dicari, yakni 3x+7y=25. Melalui titik A tarik garis sejajar dengan PQ diperoleh garis P1Q1. Nah, begitulah. Sang murid telah menemukan garis yang benar berkat bantuan bilangan nol.

Akan tetapi, sang guru masih sangat kecewa karena sebenarnya tidak ada satu garis pun yang benar. Bukankah dalam persamaan 3x1 + 7x2 = 25 hanya ada satu titik penyelesaian yakni titik A, yang berarti persamaan 3x1 + 7x2 itu hanya berbentuk sebuah titik? Bahkan pada persamaan 3x1 + 7x2 = 21 tidak ada sebuah titik pun yang berada dalam garis PQ. Oleh karena itu, garis PQ dalam sistem bilangan bulat, sebenarnya tidak ada. Aneh, bilangan nol telah menipu kita. Begitulah kenyataannya, sebuah persamaan tidak selalu berbentuk sebuah garis.

Bergerak, tetapi diam
Bilangan tidak hanya terdiri atas bilangan bulat, tetapi juga ada bilangan desimal antara lain dari 0,1; 0,01; 0,001; dan seterusnya sekuat-kuat kita bisa menyebutnya sampai sedemikian kecilnya. Karena sangat kecil tidak bisa lagi disebut atau tidak terhingga dan pada akhirnya dianggap nol saja. Tetapi, ide ini ternyata sempat membingungkan karena jika bilangan tidak terhingga kecilnya dianggap nol maka berarti nol adalah bilangan terkecil? Padahal, nol mewakili sesuatu yang tidak ada? Waw. Begitulah.

Berdasarkan konsep bilangan desimal dan kontinu, maka garis bilangan pada Gambar 1a tidak sesederhana itu karena antara dua bilangan selalu ada bilangan ke tiga. Jika seseorang melompat dari bilangan 1 ke bilangan 2, tetapi dengan syarat harus melompati terlebih dahulu ke bilangan desimal yang terdekat, bisakah? Berapakah bilangan desimal terdekat sebelum sampai ke bilangan 2? Bisa saja angka 1/2. Tetapi, anda tidak boleh melompati ke angka 1/2 karena masih ada bilangan yang lebih kecil, yakni 1/4. Seterusnya selalu ada bilangan yang lebih dekat... yakni 0,1 lalu ada 0,01, 0,001, ..., 0,000001. demikian seterusnya, sehingga pada akhirnya bilangan yang paling dekat dengan angka 1 adalah bilangan yang demikian kecilnya sehingga dianggap saja nol. Karena bilangan terdekat adalah nol alias tidak ada, maka Anda tidak pernah bisa melompat ke bilangan 2 ?

Yusmichad Yusdja,Staf peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial dan ekonomi Pertanian IPB
Sumber: Kompas Cyber Media
Read More "Misteri Bilangan Nol"

Era Akhirnya IPv4

Internet Dunia Menatap Sejarah, Alokasi IPv4 Segera Habis


Jakarta - Isu akan habisnya IPv4 sudah bergaung di kalangan pelaku internet beberapa tahun terakhir ini. Berbagai kalkulasi dilakukan dan hingga pertengahan tahun lalu, habisnya freepool IPv4 di IANA (Internet Assigned Numbers Authority) diperkirakan pada sekitar pertengahan tahun 2011.

Menurut Valens Riyadi, Kabid National Internet Registry Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), alokasi IP Address di dunia diatur oleh IANA, dan di bawahnya ada pembagian 5 wilayah berdasarkan geografi. Indonesia bernaung di bawah APNIC (Asia Pacific Network Information Centre) yang berpusat di Australia.

Pada tanggal 1 Februari 2011, IANA mengabulkan permintaan APNIC dan memberikan 2 buah blok /8 terakhirnya. "Inilah saat habisnya freepool IPv4 di IANA. Memang, masih ada 5 blok /8 lagi yang disimpan IANA, tetapi blok tersebut akan segera dibagikan secara merata ke setiap wilayah Asia Pasifik, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, dan Eropa," jelasnya.

A5 blok terakhir ini juga akan dialokasikan ke pengguna dengan tata cara yang jauh lebih ketat dari sebelumnya, dan jumlah maksimal yang jauh lebih kecil.

"Ini adalah sejarah besar dalam perkembangan internet di dunia, meskipun telah diantisipasi jauh hari sebelumnya," ungkap Raul Echeberria, Direktur Number Resource Organization (NRO), yang merupakan perwakilan resmi lembaga pengelola IP Address di tiap wilayah.

"Masa depan internet adalah IPv6. Seluruh komponen yang terkait harus melakukan langkah nyata untuk segera menggunakan IPv6," tambah Raul, dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (4/1/2011).

IPv6 merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya.

IPv4 memiliki sekitar 4 miliar alamat IP. Sementara alokasi IPv4 saat ini tersisa sangat sedikit dari persediaan IPv4 seluruh dunia yang mencapai 4 miliar. Adapun IPv6 menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik.

IPv4 'Sekarat', IPv6 Jadi Masa Depan Internet

Jakarta - Habisnya IPv4 dianggap sebagai pukulan cukup berat bagi sebagian besar negara Asia Pasifik. "Kawasan ini merupakan wilayah dengan populasi terbesar di dunia, dan juga memiliki pertumbuhan ekonomi pesat. Hampir semua negara sedang mengembangkan infrastruktur internetnya dengan pesat," tutur Geoff Huston, Chief Scientist APNIC (Asia Pacific Network Information Centre) .

Ada beberapa kendala yang akan dihadapi dengan habisnya freepool IPv4 ini, yaitu:

1. Di sisi penyedia infrastruktur dan jaringan, akan sulit untuk memberikan alokasi IP publik ke pelanggan baru. Terpaksa dilakukan penggunaan IP private, dengan proses penerjemahan alamat. Secara umum memang pelanggan bisa mengakses internet, namun ada beberapa aplikasi khusus yang menuntut adanya koneksi langsung menjadi tidak bekerja. Membuat ISP baru akan menjadi hal yang hampir mustahil dilakukan bila tidak tersedia alokasi IPv4 yang baru.

2. Di sisi penyedia server, adanya penambahan IP publik adalah syarat mutlak untuk menambahan server. Server-server konten yang bertujuan untuk diakses banyak pengunjung dari internet membutuhkan IP publik. Tidak tersedianya IP publik akan secara langsung menghambat perkembangan industri konten.

Lakukan Sekarang

"Bagi penyedia konten, pemilik jaringan yang besar, kampus, bank, dan berbagai institusi yang memiliki jaringan dan konten internet, masih ada sedikit waktu untuk segera meminta alokasi IPv4, sekaligus langsung menjalankan IPv6," jelas Valens Riyadi, Kabid National Internet Registry Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Menurut Valens, ada banyak keuntungan apabila kita memiliki IPv4 sendiri. Kita bisa berlangganan ke lebih dari satu ISP dan melakukan load balance dan sekaligus fail over untuk beberapa link upstream tersebut.

"Kita juga lebih fleksibel untuk berpindah ISP, karena tidak perlu melakukan pengubahan alamat IP, karena alamat IP yang kita gunakan memang dialokasikan secara permanen ke kita, tidak tergantung pinjaman IP dari ISP," jelas Valens.

Untuk penyedia konten seperti perbankan, memiliki IP sendiri juga lebih baik dari sisi keamanan. Jika dilakukan whois pada alamat IP tersebut, data yang tercantum adalah identitas institusi kita sendiri, bukan ISP tempat berlangganan.

Institusi yang ingin mendapatkan alokasi IPv4, bisa menghubungi Indonesia Network Information Center (IDNIC) di web www.idnic.net atau email hostmaster@idnic.net

Migrasi ke IPv6


Di masa depan, IPv6 adalah jawaban pasti atas masalah habisnya IPv4 ini. IPv6 menjanjikan jumlah jauh lebih banyak. Jika IPv4 berjumlah 4,3 miliar IP, IPv6 berjumlah 4 triliun IP. Sungguh perbedaan jumlah sangat signifikan.

"Selain itu, IPv6 juga menjanjikan protokol keamanan yang lebih baik, karena protokol keamanannya bersifat bawaan, tidak seperti IPv4 yang bersifat optional," tambah Valens dalam keterangan yang diterima detikINET.

Seluruh pihak yang terkait dengan penggunaan jaringan dan IP address diharapkan saat ini juga mulai melakukan migrasi ke IPv6. Dalam beberapa waktu mendatang IPv4 dan IPv6 akan berjalan bersamaan (dual-stack), hingga satu saat nanti, kita bisa sepenuhnya menikmati penggunaan IPv6.
( detik.com )
Read More "Era Akhirnya IPv4"

JENIS-JENIS PERANGKAP MINYAK BUMI

JENIS-JENIS PERANGKAP MINYAK BUMI
Dalam Sistem Perminyakan, memiliki konsep dasar berupa distribusi hidrokarbon didalam kerak bumi dari batuan sumber (source rock) ke batuan reservoar. Salah satu elemen dari Sistem Perminyakan ini adalah adanya batuan reservoar, dalam batuan reservoar ini, terdapat beberapa faktor penting diantaranya adalah adanya perangkap minyak bumi.

Perangkap minyak bumi sendiri merupakan tempat terkumpulnya minyak bumi yang berupa perangkap dan mempunyai bentuk konkav ke bawah sehingga minyak dan gas bumi dapat terjebak di dalamnya.

Perangkap minyak bumi ini sendiri terbagi menjadi Perangkap Stratigrafi, Perangkap Struktural, Perangkap Kombinasi Stratigrafi-Struktur dan perangkap hidrodinamik.

Perangkap Stratigrafi

Jenis perangkap stratigrafi dipengaruhi oleh variasi perlapisan secara vertikal dan lateral, perubahan facies batuan dan ketidakselarasan dan variasi lateral dalam litologi pada suatu lapisan reservoar dalam perpindahan minyak bumi. Prinsip dalam perangkap stratigrafi adalah minyak dan gas bumi terperangkap dalam perjalanan ke atas kemudian terhalang dari segala arah terutama dari bagian atas dan pinggir, hal ini dikarenakan batuan reservoar telah menghilang atau berubah fasies menjadi batu lain sehingga merupakan penghalang permeabilitas (Koesoemadinata, 1980, dengan modifikasinya). Dan jebakan stratigrafi tidak berasosiasi dengan ketidakselarasan seperti Channels, Barrier Bar, dan Reef, namun berasosiasi dengan ketidakselarasan seperti Onlap Pinchouts, dan Truncations.
Posted Image
Pada perangkap stratigrafi ini, berasal dari lapisan reservoar tersebut, atau ketika terjadi perubahan permeabilitas pada lapisan reservoar itu sendiri. Pada salah satu tipe jebakan stratigrafi, pada horizontal, lapisan impermeabel memotong lapisan yang bengkok pada batuan yang memiliki kandungan minyak. Terkadang terpotong pada lapisan yang tidak dapat ditembus, atau Pinches, pada formasi yang memiliki kandungan minyak. Pada perangkap stratigrafi yang lain berupa Lens-shaped. Pada perangkap ini, lapisan yang tidak dapat ditembus ini mengelilingi batuan yang memiliki kandungan hidrokarbon. Pada tipe yang lain, terjadi perubahan permeabilitas dan porositas pada reservoar itu sendiri. Pada reservoar yang telah mencapai puncaknya yang tidak sarang dan impermeabel, yang dimana pada bagian bawahnya sarang dan permeabel serta terdapat hidrokarbon.

Pada bagian yang lain menerangkan bahwa minyak bumi terperangkap pada reservoar itu sendiri yang Cut Off up-dip, dan mencegah migrasi lanjutan, sehingga tidak adanya pengatur struktur yang dibutuhkan. Variasi ukuran dan bentuk perangkap yang demikian mahabesar, untuk memperpanjang pantulan lingkungan pembatas pada batuan reservoar terendapkan.
Posted Image
Posted Image
Posted Image
Perangkap Struktural
Jenis perangkap selanjutnya adalah perangkap struktural, perangkap ini Jebakan tipe struktural ini banyak dipengaruhi oleh kejadian deformasi perlapisan dengan terbentuknya struktur lipatan dan patahan yang merupakan respon dari kejadian tektonik dan merupakan perangkap yang paling asli dan perangkap yang paling penting, pada bagian ini berbagai unsur perangkap yang membentuk lapisan penyekat dan lapisan reservoar sehingga dapat menangkap minyak, disebabkan oleh gejala tektonik atau struktur seperti pelipatan dan patahan (Koesoemadinata, 1980, dengan modifikasinya).

Jebakan Patahan
Jebakan patahan merupakan patahan yang terhenti pada lapisan batuan. Jebakan ini terjadi bersama dalam sebuah formasi dalam bagian patahan yang bergerak, kemudian gerakan pada formasi ini berhenti dan pada saat yang bersamaan minyak bumi mengalami migrasi dan terjebak pada daerah patahan tersebut, lalu sering kali pada formasi yang impermeabel yang pada satu sisinya berhadapan dengan pergerakan patahan yang bersifat sarang dan formasi yang permeabel pada sisi yang lain. Kemudian, minyak bumi bermigrasi pada formasi yang sarang dan permeabel. Minyak dan gas disini sudah terperangkap karena lapisan tidak dapat ditembus pada daerah jebakan patahan ini.
Posted Image
Jebakan Antiklin
Kemudian, pada jebakan struktural selanjutnya, yaitu jebakan antiklin, jebakan yang antiklinnya melipat ke atas pada lapisan batuan, yang memiliki bentuk menyerupai kubah pada bangunan. Minyak dan gas bumi bermigrasi pada lipatan yang sarang dan pada lapisan yang permeabel, serta naik pada puncak lipatan. Disini, minyak dan gas sudah terjebak karena lapisan yang diatasnya merupakan batuan impermeabel.
Posted Image
Jebakan Struktural lainnya
Contoh dari perangkap struktur yang lain adalah Tilted fault blocks in an extensional regime, marupakan jebakan yang bearasal dari Seal yang berada diatas Mudstone dan memotong patahan yang sejajar Mudstone. Kemudian, Rollover anticline on thrust, adalah jebakan yang minyak bumi berada pada Hanging Wall dan Footwall. Lalu, Seal yang posisinya lateral pada diapir dan menutup rapat jebakan yang berada diatasnya.
Posted Image
Perangkap Kombinasi
Kemudian perangkap yang selanjutnya adalah perangkap kombinasi antara struktural dan stratigrafi. Dimana pada perangkap jenis ini merupakan faktor bersama dalam membatasi bergeraknya atau menjebak minyak bumi. Dan, pada jenis perangkap ini, terdapat leboh dari satu jenis perangkap yang membenuk reservoar. Sebagai contohnya antiklin patahan, terbentuk ketika patahan memotong tegak lurus pada antiklin. Dan, pada perangkap ini kedua perangkapnya tidak saling mengendalikan perangkap itu sendiri.
Posted Image
Perangkap Hidrodinamik
Kemudian perangkap yang terakhir adalah perangkap hidrodinamik. Perangkap ini sangta jarang karena dipengaruhi oleh pergerakan air. Pergerakan air ini yang mampu merubah ukuran pada akumulasi minyak bumi atau dimana jebakan minyak bumi yang pada lokasi tersebut dapat menyebabkan perpindahan. Kemudian perangkap ini digambarkan pergerakan air yang biasanya dari iar hujan, masuk kedalam reservoar formasi, dan minyak bumi bermigrasi ke reservoar dan bertemu untuk migrasi ke atas menuju permukaan melalui permukaan air. Kemudian tergantung pada keseimbangan berat jenis minyak, dan dapat menemukan sendiri, dan tidak dapat bergerak ke reservoar permukaan karena tidak ada jebakan minyak yang konvensional.
Posted Image
Read More "JENIS-JENIS PERANGKAP MINYAK BUMI"

Macam-macam Rig dan Sumur di Dunia Perminyakan

Macam-macam Rig dan Sumur di Dunia Perminyakan
Dalam dunia perminyakan, macam-macam sumur terbagi menjadi tiga macam yaitu:
  • 1. Sumur Eksplorasi (Wildcat) merupakan sumur yang dibor pertama kali untuk menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru.

  • 2.Sumur Konfirmasi (Confirmation Well), merupakan sumur yang digunakan untuk memastikan apakah hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan. Sumur ini akan dilakukan pemboran di lokasi sekitar sumur eksplorasi.

  • 3.Sumur Pengembangan (Development Well) merupakan sumur yang dibor pada suatu lapangan minyak yang telah ada. Sumur ini memiliki tujuan untuk mengambil hidrokarbon secara maksimal di lapangan yang telah ada.


Dalam hal sumur perminyakan, juga dikenal adanya beberapa istilah mengenai sumur itu sendiri, yaitu:
  • 1.Sumur Produksi, merupakan sumur yang mampu menghasilkan minyak bumi, gasbumi, maupun keduanya. Dan memiliki aliran fluida dari bawah ke atas.

  • 2.Sumur Injeksi, merupakan sumur yang digunakan untuk menginjeksi fluida tertentu ke dalam formasi dan memiliki aliran fluida dari atas ke bawah.

  • 3.Sumur Vertikal, merupakan sumur yang lurus dan memanjang secara vertikal.

  • 4.Sumur Berarah (Deviated Well, Directional Well), merupakan sumur yang secara geometri tidak memiliki bentuk yang lurus vertikal, melainkan dapat berbentuk S, J, maupun L.

  • 5.Sumur Horizontal, merupakan sumur yang memiliki bagian yang berarah horizontal, dan merupakan bagian dari sumur berarah.


Dalam pembuatan sumur dalam dunia perminyakan tidak dapat dilepaskan dari alat yang dinamakan dengan Rig. Rig itu sendiri merupakan serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor suatu sumur atau pengakses sumur. Rig itu dicirikan dengan adanya menara yang terbuat dari baja yang dapat digunakan untuk menaikan dan menurunkan pipa-pipa tubular pada sumur.

Pengertian Rig sebenarnya alat atau sarana untuk melakukan pengeboran. Ada beberapa type rig. Yang utama adalah Rig darat dan Rig laut. Rig darat cuma ada 1 macam saja, sedangkan Rig Laut ada 6 macam, salah satunya rig yang berada di perairan dangkal (submersible rig). Kehidupan disini bisa sangat menyenangkan dan bisa juga sangat membosankan, tergantung masing-masing individu membawa diri. Karena kehidupan di tempat ini jauh dari peradaban manusia, biasanya telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti televisi, audia-video, gymnast, ect. Bahkan di Rig mewah ada kolam renang dan saunanya. Tergantung para operator yang sanggup menyewa rig-rig seperti itu.

Berdasarkan lokasinya. Rig itu sendiri terbagi atas dua macam, yaitu:
1. Rig Darat (Land Rig), merupakan rig yang beroperasi di daratan dan dibedakan atas rig besar dan rig kecil. Pada rig kecil biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan sederhana seperti Well Service atau Work Over. Sementara itu, untuk rig besar bisa digunakan untuk operasi pemboran, baik secara vertikal maupun direksional. Rig darat ini sendiri dirancang secara portable sehingga dapat dengan mudah untuk dilakukan pembongkaran dan pemasangannya dan akan dibawa menggunakan truk. Untuk wilayah yang sulit terjangkau, dapat menggunakan heliportable.

Posted Image
2.Rig Laut (Offshore Rig), merupakan rig yang dioperasikan di atas permukaan air seperti laut, rawa-rawa, sungai, danau, maupun delta sungai.

Dari Rig Laut (Offshore Rig) sendiri terbagi atas berbagai macam jenis berdasarkan kedalaman air yaitu:

1.Swamp Barge: merupakan jenis rig laut yang hanya pada kedalaman maksimum 7 meter. Dan, sangat sering dipakai pada daerah rawa-rawa dan delta sungai. Rig jenis ini dilakukan dengan cara memobilisasi rig ke dalam sumur, kemudian ditenggelamkan dengan cara mengisi Ballast Tanksnya dengan air. Pada rig jenis ini, proses pengeboran dilakukan setelah rig duduk didasar dan Spud Cannya tertancap didasar laut.
Posted Image
2. Tender Barge, merupakan jenis rig laut yang sama dengan model Swamp Barge, namun dipakai pada kedalaman yang lebih dalam lagi.

Posted Image
3.Jack Up Rig, rig jenis ini menggunakan platform yang dapat mengapung dengan menggunakan tiga atau empat kakinya. Kaki-kaki pada rig ini dapat dinaikan dan diturunkan, sehingga untuk pengoperasiannya semua kakinya harus diturunkan hingga ke dasar laut. Kemudian, badan dari rig ini diangkat hingga di atas permukaan air dan memiliki bentuk seperti platform. Untuk melakukan perpindahan tempat, semua kakinya harus dinaikan dan badan rignya akan mengapung dan ditarik menggunakan kapal. Pada operasi pengeboran menggunakan rig jenis ini dapat mencapai kedalaman lima hingga 200 meter. Rig ini terdiri dari barge yang ditopang oleh beberapa kaki baja. Rig ini terapung atau digusung ke lokasi. Pada lokasi yang telah ditentukan. Crew rig akan mengoperasikan kaki-kaki baja rig ini turun hingga menyentuh dasar laut. Setalah kaki-kaki baja tersebut mantap menjejakkan ke dasar laut, kemudian barge akan dinaikkan hingga beberapa meter diatas permukaan air laut.

Posted Image
4.Drilling Jacket, merupakan jenis rig yang menggunakan platform berstruktur baja. Pada umumnya memiliki bentuk yang kecil dan sangat cocok berada di laut dangkal maupun laut tenang. Rig jenis ini sering dikombinasikan dengan Rig Jack Up maupun Tender Barge.

5.Semi-Submersible Rig, jenis rig yang sering disebut “semis” ini merupakan model rig yang mengapung (Flooded atau Ballasted) yang menggunakan Hull atau semacam kaki. Rig ini dapat didirikan dengan menggunakan tali mooring dan jangkar agar posisinya tetap diatas permukaan laut. Dengan menggunakan Thruster (semacam baling-baling) yang berada disekelilingnya, dan Ballast Control System, sistem ini dijalalankan dengan menggunakan komputer sehingga rig ini mampu mengatur posisinya secara dinamis dan pada level diatas air sesuai keinginan. Rig ini sering dipakai jika Jack Up Rig tidak mampu menjangkau permukaan dasar laut. Karena jenis rig ini sangat stabil, maka rig ini sering dipakai pada lokasi yang berombak besar dan memiliki cuaca buruk, dan pada kedalaman 90 hingga 750 meter.

Posted Image
6.Drill Ship, merupakan jenis rig yang bersifat mobile dan diletakan di atas kapal laut, sehingga sangat cocok untuk pengeboran di laut dalam (dengan kedalaman lebih dari 2800 meter). Pada kapal ini, didirikan menara dan bagian bawahnya terbuka ke laut (Moon Pool). Dengan sistem Thruster yang dikendalikan dengan komputer, dapat memungkinkan sistem ini dapat mengendalikan posisi kapalnya. Memiliki daya muat yang lebih banyak sehingga sering dipakai pada daerah terpencil maupun jauh dari daratan. Rig ini juga jenis rig terapung. Rig ini seperti kapal-kapal kebanyakan, cuma sudah dimodifikasi beberapa bagiannya sehingga berfungsi sebagai rig. Di tengah kapal, biasanya didirikan menara dan di bagian bawahnya terbuka ke laut (moon pool). Drill ship adalah rig mobile yang paling sering digunakan untuk pengeboran sumur-sumur explorasi yang jauh dari daratan.

Posted Image
Berdasarkan fungsi-fungsi dari rig itu sendiri, dapat terbagi menjadi dua macam, yaitu:

1.Drilling Rig, merupakan rig yang digunakan untuk melakukan proses pemboran pada sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru, maupun memperdalam sumur lama.
Posted Image
2.Workover Rig, rig ini memiliki fungsi untuk melakukan penutupan sesuatu terhadap sumur yang telah ada, misalnya berupa perawatan, perbaikan, penutupan, dan sebagainya.

Komponen-komponen pada rig itu sendiri pada umumnya terbagi menjadi lima dalam bagian besar, yaitu:

1.Hoisting System, secara umum komponen terdiri dari Drawworks (kadang disebut Hoist), Mast atau Derrick, Crown Block, Traveling Block, dan Wire Rope (Drilling Line). Hoisting System berfungsi untuk menurunkan dan menaikan tubular (pipa pemboran, peralatan completion, atau pipa produksi) untuk keluar dan masuk lubang sumur.

2.Rotary System, merupakan komponen dari rig yang berfungsi sebagai pemutar pipa-pipa di dalam sumur. Pada pemboran konvesional, pipa pemboran (Drill Strings) memutar mata-bor (Drill Bit) untuk penggalian sumur.

3.Circulation System, komponen ini memiliki fungsi berupa mensirkulasikan fluida pemboran untuk keluar dan masuk ke dalam sumur dan menjaga agar properti lumpur seperti yang diinginkan.

Sistem sirkulasi ini meliputi antara lain: pompa tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar dan masuk ke dalam sumur, dan pompa rendah digunakan untuk mensirkulasikan lumpur di permukaan.

Kemudian, peralatan untuk mengkondisikan lumpur:
  • Shale Shaker: berfungsi untuk memisahkan “solid” hasil pemboran (Cutting) dari lumpur.
  • Desander: berfungsi untuk memisahkan pasir, Degasser: berfungsi untuk mengeluarkan gas.
  • Desilter: berfungsi untuk memisahkan partikel padat berukuran kecil.


Posted Image
4.Blowout Prevention System, komponen ini berfungsi untuk mencegah terjadinya Blowout (meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya tekanan tinggi dari dalam sumur). Pada komponen ini bagian yang utama adalah BOP (Blow Out Preventer) yang terdiri atas berbagai macam katup (Valve) dan dipasang di kepala sumur (Wellhead).

Posted Image
5.Power System, komponen ini berupa sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakan semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya menggunakan mesin diesel berkapasitas besar. Pada sebuah rig untuk Power Systemnya, tergantung dari ukuran dan kedalaman sumur yang akan di capai, biasanya akan membutuhkan satu atau lebih Prime Mover. Pada rig besar biasanya memiliki tiga atau empat buah, bersama-sama mereka membangkitkan tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower. Dan, tenaga yang dihasilkan juga harus dikirim ke komponen rig yang lain.

Posted Image

Source : Bluefame
Read More "Macam-macam Rig dan Sumur di Dunia Perminyakan"

Proses Terjadinya Minyak dan Gas Bumi

Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ?
Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu : Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.

Kedua, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.

Ketiga, adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang impermeable, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.

Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari 65 oC dan umumnya terurai pada suhu di atas 260 oC. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177 oC.
Posted Image

Apa saja komponen-komponen pembentuk minyak bumi ?

Posted Image

Posted Image

Posted Image

Posted Image
Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon © dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).

Apakah ada perbedaan dari jenis-jenis minyak bumi ?
Ya, ada 4 macam yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu: young-shallow, old-shallow, young-deep dan old-deep. Minyak bumi young-shallow biasanya bersifat masam (sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak old-shallow biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek. Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan, titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehingga old-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk minyak bumi ?
Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan diperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.

Para geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari organisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begitu organisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu tertimbun pasir dan lumpur, membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan (sedimentary rock). Proses ini berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Lalu selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat.

Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk mendekomposisi material organik tadi secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demi molekul, menjadi material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yang semakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian mendistilasi sisa-sisa bahan organik, lalu pelan-pelan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang mengandung minyak bumi tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda berumur sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-juta dan 270-juta tahun.

Bagaimana Cara Menemukan Minyak ?
Posted Image
  • 1. Pada zaman kuno, minyak dikumpulkan di permukaan.
  • 2. Pada abad ke-19, lubang dibor hingga kedalaman beberapa puluh meter.
  • 3. Hari ini, drillholes mencapai sejauh yang beberapa ribu meter.


Dari waktu kuno yang tinggi, di Mesopotamia kuno, minyak yang merembes ke permukaan dikumpulkan untuk penggunaan obat, serta bahan bakar penerangan dan mendempul untuk perahu. Saat ini, sekarang kami telah memproduksi dari reservoir diakses selama 150 tahun, semakin sulit untuk menemukan-diresapi rock hidrokarbon.Penjelajah sekarang harus melihat ratusan bahkan ribuan meter di bawah tanah.

Posted Image
  • 1. Peta
  • 2. Palu
  • 3. Asam
  • 4. Kaca pembesar
  • 5. Buku harian kapal


ahli geologi menjadi tugas adalah untuk mengamati, mengeksplorasi dan merekam teliti petunjuk apapun untuk kemungkinan adanya hidrokarbon di bawah tanah. Ahli geologi adalah orang-orang tindakan dan naturalis. Mereka memeriksa batuan dan mengambil sampel untuk memastikan sifat dan tanggal strata dari mana mereka dibawa.Mereka kemudian berusaha untuk menyusun kembali skenario yang mungkin telah ditulis 4 milyar tahun yang lalu.

Posted Image
  • 1. Aerial ditembak.
  • 2. Satelit ditembak.


Dikombinasikan dengan satelit dan foto udara, geologi’s pengamatan kemudian berfungsi untuk merumuskan hipotesis awal: ya, mungkin ada minyak di sana, di bawah tanah, dan itu bisa bermanfaat melihat lebih lanjut.
Posted Image
Sekarang giliran ahli geofisika untuk mempelajari sifat fisik tanah dibawahnya itu. Berbagai metode yang digunakan pada tahap ini, dan perbandingan hasil mereka berfungsi untuk memperkaya geologi temuan tersebut.Gravimetri tindakan gravitasi, untuk memberikan beberapa gagasan tentang sifat dan kedalaman strata tergantung mereka pada densitas Magnetometry (umumnya dilakukan dari udara ) mengukur variasi dalam medan magnet. Ini memberikan ide distribusi kedalaman medan kristal yang tidak memiliki kesempatan untuk mengandung minyak apapun.

Posted Image
  • 1. Sinyal yang dipancarkan oleh truk vibrator
  • 2. Tercermin gelombang yang diterima oleh geophone
  • 3. Data yang dikirimkan ke laboratorium truk


Sebuah kejutan permukaan menghasilkan gelombang suara yang dibiaskan dan tercermin bawah tanah. Cara di mana gelombang yang propagated bervariasi ketika mereka melalui strata yang berbeda.Menggunakan mikrofon sensitif yang sangat dikenal sebagai “geofon,” geofisika di permukaan untuk mendengarkan gema dari gelombang dan catatan mereka.

Posted Image
  • 1. Isochrons
  • 2. Seismik 3D Peta


Teman-seismik rekaman geofisika ini adalah dimasukkan ke dalam komputer yang kuat. daerah ini dipetakan dengan cara garis isochronicmenghubungkan titik-titik pada tanah di mana gelombang mengambil persis jangka waktu yang sama akan dipantulkan kembali ke permukaan. Metode ini menghasilkan dua dimensi dan gambar tiga strata bawah tanah, dan peta seismik yang dihasilkan berfungsi untuk menentukan apakah strata tertentu mungkin mengandung hidrokarbon.

Posted Image
  • 1. Kapal seismik
  • 2. Hydrophones


Dalam Teman, jargon eksplorasi manusia dan produksi minyak di laut dikenal sebagai “lepas pantai.” Karena tidak praktis untuk survei dataran di laut, metode seismik digunakan sistematis. Dan karena kapal dapat melakukan perjalanan dengan mudah ke segala arah, pengukuran seismik pada kenyataannya lebih mudah di laut daripada di darat.geofisika Dengan demikian dapat memperoleh lebih banyak data lepas pantai dari darat dan dimensi gambar yang tepat tiga-lebih, setelah data yang telah diproses.

Posted Image
Semua hasil ini dikumpulkan dan dipelajari. Ahli geologi, ahli geofisika, arsitek minyak bumi, bersama-sama dengan, produksi dan data reservoir insinyur pengeboran menyediakan semua untuk ekonom dan perencana keuangan. Dengan menyulap angka, parameter dan probabilitas, mereka berusaha untuk bekerja di luar strategi yang mungkin untuk mengembangkan reservoir dalam hal konfirmasi kehadiran hidrokarbon.

Posted Image
  • 1. Geofisika
  • 2. Ahli geologi


Setiap anggota tim eksplorasi telah memberikan kontribusi terhadap kinerja misi. Dengan mengumpulkan dan membandingkan pengalaman mereka, know-how dan temuan, kesimpulan akhir mereka adalah hasil dari upaya tim. Mereka kesimpulan dinyatakan secara singkat:
* No: kemungkinan hasilnya terlalu tipis, atau …
* Ya: “prospek”, yaitu reservoir ini sangat menjanjikan, ada baiknya mengambil judi. Tim ini siap untuk “membayar untuk melihat,” membuat keputusan untuk bor.

Posted Image
Ahli geologi, ahli geofisika dan insinyur reservoir telah menyimpulkan ada “prospek” atau zona produksi mungkin. Tetapi untuk mencari tahu apakah memang ada hidrokarbon yang terperangkap di batu, mereka akan harus menelusuri ke zona itu.

Posted Image
  • 1. Pengeboran biasanya diatur langsung di atas lapisan tebal dari hidrokarbon.


Beberapa bidang terletak pada kedalaman setara dengan dua belas kali tinggi Menara Eiffel …Lokasi rig pengeboran ditentukan berdasarkan kondisi yang ada pengetahuan kondisi bawah tanah dan topografi dataran. Ini umumnya diletakkan secara vertikal di atas bagian tebal dari lapisan yang diduga mengandung hidrokarbon. Tim pengeboran sering beroperasi di bawah kondisi yang sulit. Ini sempit lubang bor (dengan diameter 20-50 cm) umumnya tenggelam hingga kedalaman antara 2.000 dan 4.000 meter.Dalam beberapa kasus mungkin melampaui 6.000 meter, dan satu bahkan pergi ke kedalaman 10 kilometer, atau 30.000 kaki.

Posted Image
  • 1. Hoist lampiran
  • 2. Derrick (tiang)
  • 3. Traveling blok
  • 4. Kait
  • 5. Injeksi kepala
  • 6. Injeksi lumpur kolom
  • 7. Meja putar mengemudi pipa-pipa pengeboran
  • 8. Derek
  • 9. Motors
  • 10. Pompa lumpur
  • 11. Mud pit
  • 12. Pipa pengeboran
  • 13. Semen mempertahankan casing
  • 14. Selubung
  • 15. Drill string
  • 16. Alat Drilling


The derek, atau “tiang” dalam bahasa gaul minyak, adalah bagian terlihat dari sumur. Ini adalah menara logam beberapa puluh meter, dan yang berfungsi untuk menurunkan “drill-string” vertikal ke dalam tanah. Ini string bor sebenarnya satu set pipa pengeboran screwed end-to-end. Dalam pengeboran putar, string ini mentransmisikan gerakan berputar untuk alat pengeboran (bor-bit) dan saluran lumpur ke sumur-bottom pengeboran berlangsung.

Posted Image
  • 1. Tiga-kerucut rock bit
  • 2. Diamond mata bor


Rakitan bor terdiri dari derek, bor-string, drive-poros, dan bit-bor sendiri. Jenis paling umum dari bor-bit terdiri dari tiga kerucut yang terbuat dari baja yang sangat sulit mampu makan ke permukaan batu.Ketika batu itu sangat keras, berlian-tipped monobloc drill-bit digunakan.

Posted Image
  • 1. Mud pit
  • 2. Pompa
  • 3. Injeksi line
  • 4. Injeksi kepala
  • 5. Pipa bor
  • 6. Descending lumpur (dalam pipa)
  • 7. Kembali lumpur (dalam ruang melingkar)
  • 8. Filter
  • 9. Lumpur kembali untuk daur ulang


-Dirumuskan lumpur khusus, disiapkan di bawah pengawasan hoghead(pria slang minyak untuk insinyur lumpur) disuntikkan melalui-bor berongga string untuk mendinginkan bit-bor dan mengkonsolidasikan dinding lubang. Lumpur tersebut juga membantu mencegah minyak, gas atau air yang ditemukan pada lapisan menyeberang dari memancar keluar di permukaan. Akhirnya, membersihkan lumpur-baik bawah dan membawa potongan-potongan batu kembali sepanjang pipa-pipa ke permukaan. ahli geologi Analisis stek ini untuk memahami sifat dari batuan dilewati dan mendeteksi tanda-tanda hidrokarbon.

Posted Image
  • 1. Well casing
  • 2. Penahan kabel probe downhole
  • 3. Downhole Probe
  • 4. Pertama probe sensor
  • 5. Kedua sensor probe
  • 6. Ketiga probe sensor
  • 7. Pengukuran yang diperoleh sensor


Setelah kedalaman tertentu telah tercapai, awak eksplorasi melakukan serangkaian pengukuran yang dikenal sebagai baik logging. Sebuah probe elektronik diturunkan ke dalam sumur untuk mengukur sifat fisik dari batuan dilalui. Pengukuran ini sebenarnya mengkonfirmasikan atau menyangkal hipotesis dirumuskan sebelum pengeboran, dan umumnya memberikan data yang lebih akurat. Sisi sumur kemudian konsolidasi dengan cara tabung baja kacau bersama, dan casing yang disemen untuk daerah untuk menjaga strata terpisah dari satu sama lain.

Posted Image
  • 1. Alat coring
  • 2. Core sampel
  • 3. Indikasi tentang ketinggian tempat tidur
  • 4. Petunjuk tentang jenis batuan


Potongan-potongan dibesarkan permukaan tidak menyediakan informasi yang cukup untuk pemahaman menyeluruh tentang batu dilewati: situlah inti sampling masuk Bit-bor digantikan oleh sedikit berongga disebut alat coring, yang ekstrak sampel beberapa silinder batu meter panjang. Sebuah studi dari sampel inti menghasilkan informasi yang dihasilkan tentang sifat dari batu, lereng, struktur, permeabilitas, porositas, kandungan fluida, fosil ini, dll

Posted Image
  • 1. Dalam contoh ini, satu lubang di lima memukul minyak


Pengeboran berlangsung secara bertahap, dengan kecepatan beberapa meter per jam, melambat hanya satu meter satu jam oleh satu waktu turun ke 3.000 meter di bawah permukaan. Hambatan yang dihadapi dari waktu ke waktu, dan seluruh bor-string harus ditarik secara teratur untuk perubahan drill-bit.Sumur eksplorasi mengambil dari tiga sampai enam bulan untuk mengebor. Empat sumur dari lima, atau bahkan enam dari tujuh di zona pionir, gagal untuk menghasilkan jumlah yang layak secara komersial minyak atau gas. Kadang-kadang, meskipun, serangan-bit bor-diresapi rock hidrokarbon, dalam hal ini awak pengeboran melakukan logging yang ekstensif baik untuk mengetahui lebih lanjut.

Posted Image
  • 1. Data Ekonomi
  • 2. Pilihan metode operasi
  • 3. Data geologi


Tahap eksplorasi telah berhasil: reservoir telah diidentifikasi, dengan prospek memproduksi menguntungkan. Berdasarkan asumsi sebagai minyak masa depan atau harga gas, langkah berikutnya adalah untuk menentukan apakah penjualan produk diambil dari reservoir akan cukup untuk menutup tingginya biaya studi, pengembangan, konstruksi dan pendanaan, serta biaya produksi yang tepat. Keputusan untuk membawa reservoir mulai beroperasi adalah satu utama, sebagai pengeluaran investasi dapat berjalan ke dalam beberapa ratus juta, memang satu miliar, dolar.

Source : Bluefame
Read More "Proses Terjadinya Minyak dan Gas Bumi"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Headlines

Tukar Link

KITA COMMUNITY

Followers

Fartner